Gejala penyakit Lupus bisa
berbeda-beda pada tiap penderitanya. Itu sebabnya seseorang yang menderita
penyakit ini sulit mendeteksi penyakit tersebut. Bahkan, gejalanya dapat
menyerupai gejala penyakit lain.
Hal ini disebabkan
karena organ tubuh yang diserang bisa berbeda pada tiap penderitanya. Misalnya,
bila yang diserang adalah darah, maka gejalanya mirip dengan orang yang
menderita anemia. Bila yang diserang mulut, maka penderita dapat mengalami
sariawan yang berkepanjangan yang dapat dianggap sebagai gejala kekurangan
vitamin C.
Beberapa gejala yang
umum pada penyakit ini adalah munculnya bercak merah pada hidung dan kedua pipi
membentuk seperti kupu-kupu yang disebut butterfly rash.
Bercak dapat pula terjadi pada tubuh. Dalam tahap lanjut, penyakit ini dapat
menyebabkan kerontokan rambut, rasa lelah yang berlebihan, kerusakan pada organ
tubuh. Penderita Lupus mengalami gejala seperti pada orang yang menderita
kanker.
Maka, cara mengetahui
apakah seseorang tersebut menderita Lupus atau tidak yaitu dengan melakukan tes antinuclear
antibodies (ANA). Jika hasil tes positif maka kemungkinan
besar orang tersebut mengidap penyakit Lupus.
Penyebab Penyakit Lupus
Lupus bukanlah penyakit menular dan sebagian
besar penderitanya adalah wanita pada usia produktif sehingga sering dianggap
penyakit wanita. Faktor keturunan bukan sebagai penyebab langsung penyakit ini.
Walau mungkin, dari orang tua diperoleh gen yang abnormal yang berpotensi untuk
penyakit ini, tetapi ada faktor lain sehingga penyakit ini dapat terjadi.
Dugaan para ahli tentang penyebab penyakit ini adalah karena faktor hormon,
tetapi belum diketahui hormon mana penyebabnya.
Pengobatan pada Odapus
Untuk mengobati Odapus atau penderita penyakit Lupus adalah
dengan mengurangi keluhan sakit akibat kerusakan organ tubuh. Pengobatan
dilakukan dengan upaya khusus agar penyakit ini tidak menyerang organ tubuh
lainnya yang dapat menyebabkan keluhan lebih parah akibat komplikasi.
Perlu diperhatikan juga faktor
lingkungan yang dapat memperparah keadaan odapus. Misalnya dengan mengontrol
makanan, mencegah agar tidak stres, pemilihan bila harus menggunakan
obat-obatan, serta mencegah agar kulit tidak secara langsung terkena sinar
matahari yang mengandung UV.
Teripang Jinakkan Serigala Liar
Bayangan kematian menyergap benak Rachma Dwiyanti ketika dokter
mendiagnosis lupus. Perempuan 32 tahun itu gontai keluar dari ruang praktek.
Tiba-tiba saja ia takut menghadapi kehidupan. Maklum, sebulan silam nyawa
adiknya terenggut karena penyakit itu. Haruskah ia mengikuti jejak sang adik
menuju ke haribaan-Nya?
Jika Anda terjangkit LUPUS boleh saya saraankan konsumsi
GOLD – G untuk penyembuhan penyakit LUPUS.



















0 komentar